BPIKPNPARI Mendukung Penuh Kapolri dalam Mengungkap Kasus Penyiraman Air Keras kepada Aktivis Kontras secara Tuntas

Dalam menegakkan nilai-nilai demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia, Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPIKPNPARI) berdiri teguh mendukung Kapolri dalam upaya mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).
Mendukung Tindakan Tegas dan Berani
Ketua Umum BPIKPNPARI, Rahmad Sukendar, menegaskan bahwa kekerasan yang terjadi merupakan perilaku biadab yang tidak dapat ditolerir. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut telah melukai nilai-nilai demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.
Sukendar berjanji mendukung penuh Kapolri dan seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia dalam upaya mengungkap kasus ini. Ia menuntut agar pelaku dan otak di balik kejadian ini segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.
Memberikan Dukungan Moral
Sukendar juga menyatakan bahwa BPIKPNPARI akan mengunjungi Kapolri dalam waktu dekat. Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan moral agar Polri tetap tegas dan tidak takut dalam menuntaskan kasus ini.
“BPIKPNPARI akan mengunjungi Kapolri untuk memberikan dukungan kepada Polri agar tidak takut dalam mengungkap kasus ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
Menuntut Transparansi dan Profesionalisme
Menurut Sukendar, tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis merupakan bentuk kekerasan serius yang harus menjadi perhatian aparat penegak hukum. Ia juga meminta agar proses pengungkapan kasus dilakukan secara transparan dan profesional sehingga masyarakat mendapatkan kepastian hukum.
Sebagai lembaga pengawas, BPIKPNPARI berharap agar polisi dapat segera mengungkap motif serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Hal ini penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Keyakinan pada Kinerja Polri
Sukendar menegaskan keyakinannya bahwa Polri mampu bekerja dengan profesional dan transparan dalam menangani kasus ini. “Kami percaya Polri mampu bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini hingga ke akar-akarnya,” pungkasnya.
Baca Juga
- Artikel 1
- Artikel 2